Amarilis
Amarilis
1. Identitas tanaman
| Klasifikasi ilmiah | |
|---|---|
| Domain: | |
| Kerajaan: | |
| (tanpa takson): | |
| (tanpa takson): | |
| (tanpa takson): | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Subfamili: | |
| Tribus: | |
| Genus: |
Amaryllis |
| Spesies tipe | |
| Amaryllis belladonna
L. |
|
| Spesies[1][2] | |
2. Asal usul tanaman
Asal usul bunga amarilis ada dua: pertama, dari mitologi Yunani, di mana namanya berasal dari seorang gembala wanita bernama Amaryllis yang mengorbankan dirinya untuk mendapatkan cinta, menumbuhkan bunga merah dari darahnya. Kedua, dari segi botani, bunga ini berasal dari wilayah beriklim hangat di Amerika Selatan, terutama Brasil dan Peru, dengan nama ilmiah Hippeastrum yang berarti "bintang ksatria".
3. Manfaat tanaman
Manfaat Amarilis Secara Umum:
- Peningkatan Kualitas Udara: Kehadiran tanaman amarilis di ruang kerja dapat membantu meningkatkan kualitas udara.
- Pengurangan Stres: Memiliki tanaman di lingkungan kerja dapat membantu mengurangi tingkat stres.
- Meningkatkan Kreativitas: Amarilis dapat mendorong kreativitas di antara para pekerja.
- Peningkatan Produktivitas: Tanaman di kantor juga dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas.
- Dekorasi Estetik: Bunga amarilis yang indah dengan warna-warni yang cerah dapat menghadirkan sentuhan warna dan kehidupan di dalam ruangan.
4. Panduan perawatan tanaman
Cahaya dan Suhu
- Cahaya: Amarilis membutuhkan cahaya terang tetapi tidak langsung.
- Suhu: Tanaman ini lebih menyukai suhu antara 18-24°C selama fase pertumbuhan aktifnya.
Penyiraman
- Frekuensi: Siram saat lapisan tanah bagian atas terasa kering.
- Teknik: Pastikan tidak menyiram terlalu banyak agar tidak terjadi pembusukan umbi.
Pemupukan
- Jenis: Gunakan pupuk cair seimbang atau pupuk tanaman hias dengan kandungan fosfor tinggi untuk mendorong pembungaan.
- Jadwal: Berikan pupuk setiap 2-4 minggu selama fase pertumbuhan aktif.
Menanam dan Dedaunan
- Penanaman Umbi: Letakkan umbi di dalam pot dengan sepertiga bagian atas umbi berada di atas permukaan tanah untuk drainase yang baik.
- Pertumbuhan Daun: Setelah berbunga, lanjutkan penyiraman dan pemupukan untuk mendorong pertumbuhan daun.
Pasca-Mekar dan Dormansi
- Memanjangkan Bunga: Pindahkan tanaman ke tempat yang lebih sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung setelah bunga mulai mekar.
- Mempersiapkan Dormansi: Setelah bunga layu, potong batang bunga untuk mencegah pembentukan biji dan biarkan daun menguning secara alami.
- Periode Istirahat: Simpan umbi di tempat yang sejuk, gelap, dan kering selama 8-10 minggu untuk menginduksi periode dormansi, yang penting untuk pembungaan berikutnya.
Write a Facebook Comment
Komentar dari Facebook
View all comments
_(1).png)




